TBM Nusantara Menjadi Matahari Nusantara
Diskusi dibuka oleh ketua TBM, Choirul Mahpuduah, biasa dipanggil ibu Irul. Kemudian pendamping TBM memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan acara diskusi berkaitan dengan pelatihan di Tretes yang telah selesai kurang lebih seminggu yang lalu. ”Jadi diskusi ini sebagai media untuk menyempurnakan program kerja yang sebelumnya telah dibuat pada saat pelatihan” demikian ungkap pendamping TBM. Lebih lanjut pendamping mengatakan, dengan hadirnya jumlah orang yang lebih banyak diharapkan dapat memberi masukkan atau ide-ide yang bersifat membangun.
Setelah penjelasan dari pendamping, acara dilanjutkan oleh ketua TBM. Dua lembar kertas plano bertuliskan program kerja TBM Nusantara 2009 tertempel di dinding balai. Dengan suara yang keras dan lugas, ketua TBM memaparkan program kerja. Sementara peserta duduk dilantai beralas karpet, dengan kepala agak mendongak ke atas melihat ke arah kertas plano. Sesekali mereka mengambil hidangan camilan seperti kue kering, kripik, serta sari kedelai sebagai minumannya.
Jarum jam terus bergulir, hari semakin siang. Terik sinar matahari terasa sudah. Hawa di dalam balai RT terasa hangat meskipun hembusan angin yang berasal dari kipas elektronik tidak pernah berhenti sedetikpun semenjak dimulainya diskusi jam 09.00. Siang itu, matahari menjadi saksi tersusunnya program kerja TBM baru di Surabaya, TBM Nusantara. Di antara program kerja itu adalah sosialisasi, kerja bakti, berbagai pelatihan dan unit usaha. Diharapkan TBM Nusantara senantiasa menjadi Matahari yang memberikan kehangatan bagi warga Kelurahan Kali Rungkut dan sekitarnya. Semoga!
